Bidang Perijinan di Kabupaten Kota di Jabar Dapat Sorotan DPRD Jabar

Seputarnews.com/DPRD Provinsi Jawa Barat meminta kabupaten kota di Jawa Barat agar lebih selektif dalam mengeluarkan perijinan. Dengan mengacu kepada perijinan yang dapat memicu potensi investasi disemua sektor. Terutama perijiinan yang tidak berfokus pada sektor investasi tertentu saja.

Koordinator Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Irfan Suryanagara mengatakan, alih fungsi kewenangan akibat aturan yang berubah dibidang perijinan justru dapat kelemahkan potensi investasi. Agar pelayanan perijinan tetap terjadi walaupun sudah dikelola provinsi, kabupaten kota harus dapat bersinergi dan memonitor potensi investasi dari para investor.


“Misalnya, ijin tambang perijinan di provinsi dan ijin yang nilainya besar. Jangan sampai masyarakat datang ke kabupaten kota untuk berinvestasi tetapi tidak menemukan
kewenangannya, sehingga mengakibatkan tidak terlayani dengan maksimal,” ujar Irfan di DPMPTSP Kota Cirebon, Kamis (25/4/2019).

Irfan yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat itu mencontohkan di wilayah Cirebon yang hingga kini masih belum maksimal dalam pengelolaan bidang perijinan dan penanaman modal lantaran keterbatasan pemetaan dan egosektoral terhadap sektor perindustrian. Padahal, di wilayah Cirebon banyak potensi baik alam maupun potensi lainnya untuk dikembangan secara optimal.

“Saya mengingatkan Cirebon jangan sampai terninabobokan dengan industri dan lain-lainnya.

Ada potensi wisata, wisata religi, bahari, pegunungan harusnya dioptimalkan karena hanya sektor pariwisatalah yang memungkinkan untuk menarik investasi. Yang mengetahui detailnya kan wilayah kabupaten kota,” kata Irfan.

Dewan dalam hal ini, lanjut dia, akan terus mendorong serta membantu untuk memetakan dimana kawasan yang dapat berpotensi untuk investasi. Artinya bagaimana untuk
mengembangkan wisata bahari, membesarkan wisata batik khas Cirebon. Tidak terkecuali bagaimana juga mengembangkan kawasan religi yang juga akan memicu pertumbuhan ekonomi dimasyarakat sekitar.

“Yang jelas, bagaimana calon investor dapat menginvestasikan di wilayah Cirebon,” tegasnya.

Cirebon bagaikan mutiara yang dirumpun namun belum terekspos. Bagaimana jika BIJB dan Pelabuhan sudah terealisasi. Akan memicu pertumbuhan ekonomi yang berpotensi besar.

Bahkan sempat diusulkan untuk pemerintahan provinsi di alihkan ke wilayah cirebon.

Bagaimana juga saat ini sektor pendukung lainnya sudah bermunculan, seperti properti akses jalan tol dan sebagainya.

Kabid P3N DPMPTSP Kabupaten Cirebon, Sudjono mengatakan, potensi investasi dikawasan Jabodetabek diperkirakan mulai tertarik ke kawasan Cirebon. Hal itu disinyalir adanya kejenuhan dari para investor yang sudah kewalahan dari sektor tuntutan upah minimum regional. Kawasan Jabodetabek merupakan kawasan sektor industri yang sangat padat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *