Bandara Internasional Jawa Barat(BIJB) Setelah diresmikan Jokowi Jadi Kurang Peminat Dalam Penerbangan.

Seputarnews.com/ Majalengka- Bandara Internasional Jawa Barat setelah diresmikan Presiden RI Joko Widodo, namun Bandara tersebut tiba-tiba muncul ada keinginan politik karena itu keputusan dari pemerintah daerah untuk memajukan daerah tersebut tapi agak mengabaikan rencana induk nasional ini .

Lalu muncullah tiba-tiba kemudian angkutan umum transportasi publik ke sana kereta ngada-ngada Damri tenaga kerja mati namun tetap bertahan itu pesawat kan nggak ada Jadi yang bisa ke Kertajati yang punya modal transportasi pribadi atau sewa dan itu kan menjadi mahal dan sebaliknya penumpang juga katanya saya kalau terbang lewat Kertajati ada fasilitas apa enggak.

Yang representative modern bandara Kertajati rupanya tak mampu menghidupi dirinya sendiri biaya operasional bandara ini sekitar 26 triliun lebih .

Sementara per bulan pemasukan hanya 10% nya saja pihak bandara pun putar otak untuk menutupi biaya operasional otomatis tidak sehat dalam bisnis,  kita kan kerja operasional untuk menghidupi bandara ini juga untuk operasional nya sendiri bandara itu bisa membutuhkan sampai 6 sebulan ,

Yang  adanya hanya satu penerbangan otomatis itu sangat sangat jauh  mungkin hanya sekitar enam (6) sampai 10% nya saja mematikan otomatis meng off kan peralatan saat ini memang tidak dipakai pada saat tidak ada jadwal penerbangan area ada yang dirawat juga kita juga orangnya untuk menekan biaya operasional itu sendiri tidak terlalu.

Sementara Kementerian Perhubungan mengatakan bandara BIJB akan hadir Bandara kelas dunia tapi setelah dijalani ternyata untuk pesawat sekelas Boeing 737 atau herkules 3 20 yang bisa muat sekitar 190-200 penumpang isinya kadang-kadang 5 sampai 10 han.

Gubernur Jawa Barat dalam masalah Bandara ini menambahkan bahwa mereka memang per hari ini kegiatannya belum maksimal karena masih ada beberapa kendala yang perlu diselesaikan permasalahan utama adalah akses jalan tol cisumdawu yang menghubungkan Bandung Raya ke bandara tersebut 8 hari ini masih belum selesai mengakibatkan jalur menuju ke bandara Kertajati harus menggunakan Tol Cipularang dan konsultan, tapi untuk dijadikan embarkasi keberangkatan haji tahun ini sudah berjalan. Tuturnya.

Menurut komentar dari penduduk daerah setempat desa Kertajati masyarakat yang dipaksa untuk membebaskan tanahnya karna akan dipakai lahan bandara BIJB.

Namun masyarakat tersebut sekarang hidupnya ngontrak rumah ,padahal diwilayah daerah tersebut tadinya tanah hak miliknya , yang tadinya sejahtera karna daerah kertajati itu tanah yang subur tempat andalan penghasil lumbung terbesar di Pulau Jawa sekarang masyarakat disekitar wilayah tersebut jadi miskin. Ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *