by

Calon Presiden RI dari Pulau Jawa bersaing di CAPRES 2024

Seputarnews.com/ JAKARTA- Sejumlah Calon Presiden (CAPRES) yang akan ikut bertarung dalam CAPRES diantaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Prabowo Subiyanto ,Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Lembaga Indikator Politik Indonesia bertajuk ’Survei Nasional Terkait Isu-isu Sosial, Politik dan Bangsa’ menunjukkan bahwa mayoritas anak muda telah menentukan sejumlah nama sebagai pilihannya pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 nanti.

Dari survei tersebut diketahui bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di urutan teratas sebagai capres pilihan anak muda dengan persentase 15, 2 persen.

Kemudian disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 13,7 persen, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan kamil (RK) 10,2 persen.

Ketua Umum dari Partai Gerindra Prabowo pada urutan 13,2 persen

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, para responden pada survei ini diberi pertanyaan jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, siapa yang akan mereka pilih.

Survei dilakukan dengan memberikan simulasi 17 nama calon yang akan menjadi presiden.

”Nama yang paling tinggi itu Prabowo Subiyanto dengan Anies Baswedan di angka 9,5 persen,” kata Burhanuddin saat memaparkan hasil surveinya, Senin (22/3-21)

Selain tiga nama itu, urutan Capres pilihan anak muda lainnya yakni Sandiaga Uno 9,8 persen, dan Prabowo Subianto 9,5 persen.

Burhanuddin mengatakan, pada Pilpres 2024 nanti suara pemilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) diprediksi akan menyebar ke beberapa nama.

Sedangkan suara Anies berasal dari pendukung Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

”Secara umum sesuai temuan kami juga pemilih Pak Jokowi itu menyebar, sementara Anies paling banyak, dia mendapatkan dukungan di antara mereka yang mencoblos Pak Prabowo-Sandi di 2019 kemarin,” katanya.

Adapun metode survei ini menggunakan simple random sampling sebanyak 206.983 responden yang terdistribusi secara acak di seluruh nusantara dan pernah diwawancarai secara tatap muka langsung dalam rentang 2 tahun terakhir.

Margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei digelar pada Maret 2018-2020. Total survei sampel yang berhasil diwawancara sebanyak 1.200 responden warga negara Indonesia berusia 17-21.

Pada Pilpres waktu lalu banyak pemilih yang Tidak Puas.

Dari survei yang sama juga diketahui bahwa mayoritas anak muda di DKI Jakarta ternyata tidak puas dengan kinerja Presiden Jokowi.

Burhanuddin menyampaikan bahwa sebanyak 61,7 persen anak muda di Jakarta merasa tidak puas dengan kinerja Jokowi.

Hanya 35,8 persen anak muda di Jakarta yang puas dengan kinerja Jokowi.

“Anak muda di DKI cenderung tidak puas,” kata Burhanuddin.

Jumlah kepuasan anak muda tertinggi terhadap kinerja Jokowi datang dari Jawa Tengah (Jateng) dan (Jawa Timur).

Di Jateng, anak muda yang puas terhadap kinerja Jokowi berada di angka 86,2 persen, sementara di Jatim berada di angka 70,6 persen.

Dari keseluruhan 1.200 responden, 65,4 persen merasa sangat puas dan cukup puas dengan kinerja Jokowi.

Dia menilai kepuasaan tersebut berimbang dengan opini publik pada survei Februari 2021.

“Kepuasan relatif berimbang degan opini politik pada secara umum, dengan anak muda,” imbuhnya.

Survei yang sama mencatat 55,4 persen anak muda yang menjadi responden percaya Jokowi bisa mengatasi pandemi Covid-19.

“Jokowi dianggap bisa menangani wabah Covid-19 di kisaran 55 persen yang menganggap percaya atau sangat percaya,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin menjelaskan, tingkat kepercayaan anak muda bahwa Jokowi bisa mengatasi pandemi tidak jauh berbeda dengan survei nasional pada Februari 2021 yang melibatkan populasi warga umum.

Pada survei nasional, sebanyak 56,5 persen warga umum percaya Jokowi bisa menangani wabah Covid-19.

Ia menerangkan mayoritas responden anak muda sangat atau cukup percaya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dapat bekerja secara baik mengatasi Covid-19.

Hal lain yang ditemukan pada survei ini adalah sebagian besar anak muda menganggap masalah yang penting saat ini dan harus diselesaikan yaitu penanganan wabah virus, manajemen pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran hingga korupsi.

“Masalah apa yang dianggap penting, masalah paling penting Indonesia saat ini tiga isu yang warna biru ini isu paling pertama, yang warna oranye, tetapi disebut nomer tiga, adalah penanganan wabah virus corona, ekonomi,” ungkapnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed