Tim WHO di Wuhan Cina Selidiki Asal-Usul Virus Yang Mengorbankan Jutaan Manusia

Seputarnews.com/CHINA- babak belur dihajar Virus Corona, Covid-19 gelombang kedua, rekor kenaikan kasus terjadi. China padahal diketahui sudah sukses memproduksi Vaksin Covid-19, dan bahakan sudah dikirim ke sejumlah negara termasuk Indonesia.

Perjuangan China melawan wabah Covid-19 terburuk sejak Maret 2020. ‘

Data Reuters menunjukkan, salah satu provinsi di negara tersebut mencatat rekor kenaikan kasus Covid-19 setiap hari.

Di saat yang sama, panel independen yang meninjau pandemi global mengatakan China dapat bertindak lebih kuat untuk mengekang wabah tersebut.

Media milik pemerintah China, Global Times, pada hari Selasa memberitakan penanganan awal China terhadap Covid-19 yang baik, dengan mengatakan tidak ada negara yang memiliki pengalaman dalam menangani virus baru tersebut.

“Melihat ke belakang, tidak ada negara yang bisa tampil sempurna dalam menghadapi virus baru … tidak ada negara yang dapat menjamin mereka tidak akan membuat kesalahan jika epidemi serupa terjadi lagi,” kata Global Times.

Melansir Reuters, otoritas kesehatan nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan mengatakan, China melaporkan lebih dari 100 kasus Covid-19 baru untuk hari ketujuh pada hari Selasa.

China Daratan mencatatkan 118 kasus baru pada 18 Januari, naik dari posisi 109 kasus sehari sebelumnya.

“Dari jumlah tersebut, 106 adalah infeksi lokal, dengan 43 dilaporkan di Jilin, rekor harian baru untuk provinsi timur laut, dan 35 di provinsi Hebei, yang mengelilingi Beijing,” kata Komisi Kesehatan Nasional China.

Ibukota China sendiri melaporkan satu kasus baru, sementara Heilongjiang di utara melaporkan 27 infeksi baru.

Puluhan juta orang telah diisolasi karena beberapa kota di utara menjalani pengujian massal untuk virus corona di tengah kekhawatiran bahwa infeksi yang tidak terdeteksi dapat menyebar dengan cepat selama liburan Tahun Baru Imlek, yang hanya tinggal beberapa minggu lagi.

Ratusan juta orang melakukan perjalanan selama liburan, yang akan dimulai pada pertengahan Februari tahun ini, saat para pekerja migran kembali ke rumah untuk melihat keluarga.

Pihak berwenang telah mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan menjelang liburan dan menjauh dari pertemuan massal seperti pernikahan.

Wabah saat ini di Jilin disebabkan oleh seorang penjual yang terinfeksi. Dia mengaku bepergian ke dan dari provinsi tetangga Heilongjiang, tempat kumpulan infeksi sebelumnya.

Jumlah keseluruhan kasus asimtomatik baru, yang tidak diklasifikasikan oleh China sebagai infeksi yang dikonfirmasi, turun menjadi 91 dari 115 sehari sebelumnya.

Jumlah total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di China daratan adalah 89.454, sementara jumlah kematian tetap tidak berubah di angka 4.635.

Panel ahli independen yang meninjau pandemi, yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, mengatakan pada hari Senin bahwa pejabat China dapat menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang lebih kuat pada Januari tahun lalu untuk mengekang wabah awal.

Ia juga mengkritik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena tidak mengumumkan keadaan darurat internasional hingga 30 Januari.

Tim WHO saat ini berada di Wuhan, untuk menyelidiki asal-usul pandemi yang telah menewaskan jutaan orang di seluruh dunia.

VAKSIN BARUWHO Umumkan Ada Vaksin Generasi Terbaru Di Saat Vaksinasi Baru Saja Dimulai: Dihirup Lewat Hidung

Di saat sejumlah negara sedang memulai vaksinasi nasional, WHO menyatakan telah menemukan Vaksin Covid-19 generasi terbaru.

Vaksin generasi terbaru ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan generasi pertama yang saat ini sedang disuntikan ke warga dunia.

Kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan membocorkan jenis-jenis vaksin Covid-19 baru yang masih dalam pengembangan.

Calon-calon Vaksin Covid-19 atau virus corona generasi baru ini memiliki sifat berbeda-beda dibandingkan yang beredar sekarang.

Dia mengatakan, ada vaksin corona dalam pengembangan yang hanya butuh satu suntikan, dihirup lewat hidung, dan mungkin lebih terjangkau.

“Mungkin ada banyak vaksin yang memiliki keunggulan dibandingkan generasi pertama,” kata Swaminathan dikutip dari AFP, Rabu (20/1/2021).

“Yang ingin kami lihat adalah pencegahan penyakit. Pencegahan infeksi adalah pertanyan lain. Tapi itu sekunder,” tambahhya.

“Kami akan belajar tentang seberapa efektif vaksin ini sebenarnya mencegah penyebaran infeksi dari orang ke orang.”

“Beberapa vaksin menghasilkan kekebalan yang mensterilkan; mereka menghentikan infeksi, mencegah penyakit.”

“Beberapa vaksin tidak menghentikan infeksi tetapi mencegah penyakit.”

“Saat ini, kami masih menunggu hasil penelitian untuk mengetahui vaksin Covid mana yang benar-benar akan berhasil mencegah infeksi.”

“Mudah-mudahan, seharusnya demikian,” lanjut Swaminathan.

Menurut tinjauan umum WHO tentang calon vaksin Covid-19, ada 64 merek yang sedang diuji ke manusia, dan 22 di antaranya sudah mencapai pengujian massal tahap akhir.

Kemudian 173 calon vaksin virus corona lainnya sedang dikembangkan di laboratorium, untuk diuji coba pada manusia.

Sejauh ini WHO baru memberikan persetujuan darurat untuk dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech yang butuh suhu penyimpanan ultra-dingin.

“Itu jadi masalah di banyak negara,”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *