by

Transformasi Birokrasi, Ridwan Kamil: Pembangunan Bisa Dilakukan Oleh Institusi Lain

Seputar News/BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan transformasi birokrasi, yaitu dari Birokrasi Tipe Satu menjadi Birokrasi Tipe Dua dan Tipe Tiga.

Birokrasi Tipe Satu atau disebut Birokrasi Aturan akan diubah menjadi Birokrasi Tipe Dua atau disebut Performa atau Kinerja. Dari dua tipe birokrasi ini puncaknya akan menjadi Birokrasi Tipe Tiga yang disebut Birokrasi Dinamis.
Hal itu diungkapkan Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam sambutannya saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla di Kampus Unisba, Jl. Tamansari Kota Bandung, Sabtu (17/11/18).
Artinya, kata Emil, pembangunan yang akan dilakukan Pemda Provinsi Jawa Barat selama lima tahun ini akan mengedepankan pola kerjasama dengan lembaga atau institusi lain yang mendukung kemajuan Provinsi Jawa Barat.
“Kami akan menitipkan tujuan-tujuan pembangunan tidak hanya harus bisa dibereskan melalui birokrasi, bisa kita titipkan kepada mereka-mereka (institusi-institusi) yang mencintai Jawa Barat,” ujar Emil.
Termasuk pelaksanaan pembangunan dengan melibatkan akademisi atau dunia pendidikan. “Dari 700 program selama lima tahun, saya akan menitipkan satu atau dua urusan pembangunan Jawa Barat kepada kampus (Unisba) yang teramat saya cintai ini,” tuturnya.
Kampus Pelopor Kemajuan Iptek
Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla hadir menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Milad ke-60 Universitas Islam Bandung (Unisba). Dalam orasinyan ini, Jusuf Kalla menekankan pentingnya keterlibatan dunia pendidikan yaitu perguruan tinggi dalam Revolusi Industri 4.0.
Revolusi Industri 4.0 menuntut pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jusuf Kalla menilai apabila Indonesia tidak meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologinya maka bangsa ini akan jauh tertinggal oleh bangsa lain.
“Apa Revolusi Industri ke-4? Yaitu kita bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Wapres.
“Apabila kita tidak mengejar dan tidak ikut serta dalam percaturan ekonomi dengan ilmu pengetahun itu, maka Indonesia akan tertinggal. Dan universitas harus menjadi pelopor dalam kemajuan industri dan ilmu pengetahuan ini,” tandasnya.