WAGUB JABAR BUKA RESMI FESTIVA ANAK SOLEH DI MASJID AGUNG SUMEDANG

Seputar News/
SUMEDANG – Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar membuka secara langsung Festival Anak  Shaleh Indonesia (FASI) ke-X Tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan di Alun-alun Sumedang, Jum’at (28/7). Kegiatan FASI Tingkat Jawa Barat akan dilaksanakan di Kabupaten Sumedang selama 10 hari, terhitung dari tanggal 28 Juli sampai dengan 6 Agustus 2018. Dalam kepengurusan DPD BKPRMI Kabupaten Sumedang dipercaya untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan FASI dan kegiatan tersebut akan dipusatkan di Kompleks Islamic Center serta Mesjid Agung Sumedang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sumedang, Bupati Tasikmalaya, Bupati Kuningan, Wali Kota Tasikmalaya,  Wali Kota Bandung, wakil wali kota Sukabumi, wakil Wali Kota Banjar, perwakilan kantor wilatah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), perwakilan Kantor Kementerian Agama dan MUI Kabupaten Sumedang, jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI se-Jawa Barat, ketua Panitia pelaksana serta dewan hakim FASI ke-10 Tingkat Prov. Jawa Barat, para guru dan official, serta kafilah FASI se-Jawa Barat.
Dikatakan Drs. H. Yeyen Munawar selaku ketua panitia pembukaan FASI ke X Tingkat Prov. Jawa Barat FASI diikuti oleh 2500 santriwan/ti dan ustadzah TK/TPA dari 23 Kabupaten/kota se-Jawa Barat dengan 13 mata lomba. Menurut Yeyen, FASI tingkat Provinsi Jawa Barat diselenggarakan gka seleksitingkat Provinsi untuk mencari peserta/tim yang dapat mewakili sebagai kafilah Jawa Barat untuk ikut serta pada ajang FASI X Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 27-30 September 2017 di Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan.
“FASI diikuti oleh 27 DPD se-Jawa Barat dan diselenggarakan merupakan kegiatan 3 tahunan  yang memiliki tujuan ajang evaluasi terhadap proses kegiatan belajar mengajar kurikulum TK/TPA yang dikolosalkan menjadi sebuah lomba-lomba. Yang kedua diselenggarakannya FASI merupakan ajang silaturahmi antara santriwan/ti, ustazd dan ustadzah untuk bertemu dan bertukar pendapat untuk meningkatkan kegiatan belajar dan mengajar di TK/TPA,”ujar Yeyen.
Dikatakan Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan dalam sambutan selamat datangnya Pemerintah Daerah KabupatennSumedang mengucapkan terima kasih atas kepercayaan kepada Sumedang untuk menjadi tuan rumah pada pelaksanaan kegiatan Festival Anak Shaleh Indonesia Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017. “Dengan dijadikannya Kabupaten Sumedang menjadi tuan rumah dalam kegiatan FASI, merupakan kebanggaan dan penghargaan bagi masyarakat Sumedang. Mudah-mudahan suasana di Sumedang cukup refresentatif bagi penyelenggaraan kegiatan FASI,’’kata Eka.
Menurut Eka, kegiatan FASI merupakan wujud nyata membentuk karakter anak shaleh, dengan memulai pengetahuan Islami maupun umum, pendidikan akhlak, kedisplinan, keberanian, dan juga sikap sportifitas. “Pelaksanaan FASI juga merupakan wahana membangkitkan potensi dan kreatifitas anak dengan memotivasi untuk mengembangkan diri dengan intelektual, emosional dan spiritual. Pepatah sunda mengatakan, lamun hayang jadi jelema bener kudu ti bubudak ulah bener ngadadak , jadi sangat relevan sekali pembentukan generasi emas Indonesia dilakukan sejak dini,’’ungkap Eka.
‘’Untuk itu, saya atas nama pemerintah Kabupaten Sumednag menyambut positif terhadap pelaksanaan kegiatan FASI dan semoga melalui FASI, dapat menjadikan ajang unjuk kebolehan dan kreatifitas anak serta dijadikan sebagai wahana mengekpresikan kepribadian anak sebagai anak Indonesia yang soleh,”imbuh Eka.
Sementara itu, Deddy Mizwar dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut Deddy, FASI diselenggarakan sebagai antisipasi untuk menghadapi kondisi darurat yang sedang terjadi di Indonesia. ‘’Sebagaimana dimaklumi, saat ini negara kita tengah menghadapi kondisi darurat keekrasan, darurat narkoba, hingga darurat pornografi. Kekerasan yang terjadi di negara kita bukan hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal serta terjadi tidak hanya di lingkungan rumah, tetapi juga dis ekolah dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, selain terus mengkampanyekan gerakan stop kekerasan, perang melawan narkoba, internet sehat seluruh komponen masyarakat juga harus terus berupaya memperkuat pendidikan, karakter, moral juga akhlak,”kata Deddy.
“Berangkat dari hal-hal tersebut, keberadaan TK, TKA, TPA,  TQA harus terus kita perkuat, terutama menyangkut sarana dan prasarana, kurukulum serta kualifikasi dan kesejahteraan tenaga pengajar. Oleh karena itu, kegiatan FASI merupakan ajang yang menentukan yang dapat memperkuat dasar keimanan, keilmuan serta ahlak yang Qur’ani,’’pungkas Deddy.
Di akhir kegiatan, diserahkan pula Anugrah BKPRMI Jawa Barat Tahun 2017 kepada Bupati Sumedang, H. Eka setiawan, Wali Kota Tasikmalaya, Drs. H. Budi Budiman, Bupati Sukabumi, Drs. H. Marwan Hamami,  Wali Kota Bandung, H. Mochamad Ridwan Kamil,  Bupati Tasikmalaya, H. UU Ruzhanul Ulum, Bupati Cianjur, DR. H. Irvan Rivano Muchtar, Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, Wali Kota Bogor, DR. H. Bima Arya Sugiarto, Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag, M.MPd, Kepala Kemenag Kab. Sukabumi Dr. H. Hilmy Riva’i, Penasehat DPD BKPRMI Kab. Bogor, DR. Kh. Ade Syarmili, Ketua BAZNAS Kab. Sukabumi, H.U. Ruyani, penasehat DPD BKPRMI Kab. Kuningan.(der)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *